Studi Lapangan Vistrasaka: Kunjungan ke UGM hingga Malam Tak Terlupakan di Malioboro!

Studi Lapangan Vistrasaka: Kunjungan ke UGM hingga Malam Tak Terlupakan di Malioboro!

Penulis: Fikri Nur, Maura Amberlee, Devinca Bramantyo

Rabu, 1 April 2026 — Mentari baru saja menyapa Yogyakarta, namun semangat Angkatan Vistrasaka sudah membuncah melampaui fajar. Pagi itu, riuh antusiasme menyelimuti persiapan keberangkatan menuju Universitas Gadjah Mada, destinasi yang menjadi salah satu primadona dalam rangkaian studi lapangan kali ini. Tepat pukul 07.00, bus mulai membelah jalanan kota yang masih segar, membawa rombongan menuju salah satu kampus terbaik di Indonesia dengan harapan dan rasa penasaran yang tinggi.

Setibanya di UGM, siswa-siswi Vistrasaka langsung berkumpul di Grha Sabha Pramana untuk sesi foto bersama. Gedung ikonik berbentuk joglo modern itu menjadi latar yang tak banyak orang bisa foto di sana, setidaknya bukan sebagai mahasiswa. Setelah itu, kawan-kawan Vistrasaka dibagi ke tiga fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Ketiga penulis mengikuti rombongan FMIPA. Perjalanan dimulai dengan berjalan kaki dari Grha Sabha menuju kompleks FMIPA di Jalan Sains, sebuah rute yang sekaligus memperkenalkan mereka pada lanskap kampus UGM yang rindang dan luas. Di sana, para siswa menjalani tur singkat keliling area kompleks sebelum diarahkan masuk ke gedung auditorium.

Di auditorium, Bapak Chalis Setyadi, salah seorang dosen FMIPA UGM, memaparkan presentasi yang mencakup jalur penerimaan mahasiswa, program studi yang tersedia, hingga prospek karier lulusan FMIPA. Bagi banyak siswa yang tengah mempertimbangkan pilihan jurusan, sesi ini terasa relevan dan membuka wawasan baru. 

“Jujur, awalnya gue masih bingung mau milih jurusan apa. Tapi setelah denger paparan tadi, prospek di FMIPA ternyata luas banget, nggak cuma jadi ilmuwan di lab,” ujar Dirky, salah satu siswa yang tampak antusias mencatat selama sesi. “Ngeliat langsung vibes kampusnya bikin gue makin yakin buat ngejar mimpi kuliah di sini.”

Presentasi ditutup dengan sesi tanya jawab yang cukup interaktif, dilanjutkan foto bersama sebelum para siswa kembali ke bus. Kunjungan ke UGM pun resmi berakhir, tapi hari masih panjang. Destinasi berikutnya sudah menanti, yaitu Candi Prambanan.

Kegiatan wisata edukatif menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh siswa. Hal ini juga dirasakan oleh Angkatan Vistrasaka yang berkesempatan mengunjungi Candi Prambanan. Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga sarana pembelajaran sejarah dan budaya yang menyenangkan.

Sejak tiba di lokasi, para siswa langsung disambut cuaca yang sangat terik. Sinar matahari yang menyengat membuat banyak siswa-siswi menggunakan payung sebagai pelindung. Pemandangan payung berwarna-warni pun menghiasi area candi, menciptakan suasana yang unik di tengah kemegahan bangunan bersejarah. Meskipun cuaca cukup melelahkan, semangat Vistrasaka tidak surut, mereka tetap antusias menjelajahi kawasan candi yang luas sambil sesekali beristirahat di area teduh.

Sebagian kawan-kawan memilih menyewa pemandu wisata untuk mendapatkan penjelasan lebih mendalam. Dengan bimbingan tersebut, para siswa dapat memahami kisah-kisah yang terukir pada relief candi, termasuk cerita epik Ramayana. Penjelasan yang menarik membuat suasana belajar terasa lebih hidup, segenap Vistrasaka tidak hanya melihat bangunan, tetapi juga memahami makna di balik setiap ukiran dan arsitekturnya.

Beberapa siswa mencoba berkeliling menggunakan sepeda sewaan. Aktivitas ini menjadi salah satu momen paling seru karena mereka dapat menjelajahi area dengan lebih cepat sambil bercanda bersama teman-teman. Namun, keseruan tersebut sempat diwarnai insiden kecil. Salah satu siswa kehilangan kendali hingga akhirnya menabrak mobil di depannya. Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan cedera serius, dan setelah rasa kaget mereda, suasana kembali dipenuhi tawa. Peristiwa itu pun menjadi kenangan lucu yang tak terlupakan.

Beberapa siswa juga menaiki tangga candi utama. Meski harus menghadapi rasa lelah dan panas, perjuangan tersebut terbayar dengan pemandangan indah dari atas. Keseluruhan kompleks candi yang megah terbentang di bawah, diabadikan lewat foto bersama.

Saat matahari mulai condong ke barat, para siswa beranjak meninggalkan Prambanan. Kenangan sore itu, dari relief Ramayana hingga insiden sepeda yang berakhir dengan tawa, masih hangat dibawa menuju perhentian terakhir hari itu, yaitu Malioboro.

Sebelum menginjakkan kaki di Malioboro, para siswa mampir terlebih dahulu ke Restoran Kampung Kecil untuk makan malam sekaligus berganti pakaian dan membersihkan diri, melepas penat seharian sebelum menyambut malam terakhir di Yogyakarta.

Sesampainya di Malioboro, tidak ada agenda yang harus diikuti, tidak ada fakultas yang dikunjungi, tidak ada presentasi yang didengarkan. Malam ini, kawan-kawan Vistrasaka dibebaskan untuk menjelajahi kawasan ikonik itu dengan caranya masing-masing.

Sebagian memilih masuk ke Malioboro Mall, menyempatkan diri mencicipi Aroadri Tea, salah satu merek teh yang belakangan tengah naik daun. Sebagian lainnya turun ke jalanan Malioboro yang malam itu baru saja diguyur rintik hujan. Genangan kecil di aspal memantulkan cahaya lampu jalan, menciptakan suasana yang tenang, sedikit melankolis, dan rasanya sulit dicari tandingannya di tempat lain. Di sepanjang jalan, beberapa siswa mengabadikan momen di photobooth, menjajaki jajanan di deretan gedung-gedung yang tidak begitu tinggi itu, termasuk singgah di Malio Gelato. Ada pula yang memutuskan melangkah lebih jauh, menuju Tugu Jogja, dan menikmati syahdunya malam dari kursi kafe yang menawarkan pemandangan langsung ke monumen paling ikonik kota itu.

Setiap orang punya ceritanya sendiri malam itu. Dan mungkin itulah yang membuat Malioboro terasa istimewa di antara semua yang sudah dilalui hari ini, bukan karena ada satu hal besar yang terjadi, melainkan karena setiap kawan Vistrasaka pulang dengan kenangan yang berbeda, dibawa bersama senyum dan tawa yang menemani malam itu hingga akhir.

skypress

Related Posts

Kupas Tuntas Dapur Kumparan, Rahasia Media Ini yang Dipelajari SkyPress! 

Kupas Tuntas Dapur Kumparan, Rahasia Media Ini yang Dipelajari SkyPress! 

Anak SMA Bikin Orkestra? SkySpirit Vol. 4 Jawabannya!

Anak SMA Bikin Orkestra? SkySpirit Vol. 4 Jawabannya!

SKYRUN: RHYTHM OF JAKARTA

SKYRUN: RHYTHM OF JAKARTA

SkyMUN 2026, As It Happened

SkyMUN 2026, As It Happened