Puncak Bulan Bahasa 2025: Sastra Tanpa Batas, Menyapa dengan Kata, Mengerti dengan Ragam Bahasa

Puncak Bulan Bahasa 2025: Sastra Tanpa Batas, Menyapa dengan Kata, Mengerti dengan Ragam Bahasa

Penulis: Farah Armita Almardhia dan Dhiyaa Khaira Alisha

Jakarta, 20 November 2025 – Bulan Bahasa 2025 adalah salah satu program dari OSIS SMA Labschool Kebayoran yang bertujuan untuk memperingati hari sumpah pemuda. Bulan Bahasa 2025 sendiri memiliki berbagai rentetan acara, dimulai dari berbagai perlombaan yang dilaksanakan secara daring, hingga puncak acaranya yang dilakukan secara luring di Hall Basket SMA Labschool Kebayoran. Acara tidak hanya dihadiri oleh siswa internal. Ada juga siswa-siswi dari berbagai sekolah yang datang untuk mengikuti acaranya. Acara puncak Bulan Bahasa 2025 juga disiarkan secara daring di kanal YouTube SMA Labschool Kebayoran.

Acara puncak Bulan Bahasa diawali dengan sambutan dari ketua pelaksana acara juga kepala sekolah SMA Labschool Kebayoran dan BPS Labschool. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan pembukaan yang memukau yang dibawakan oleh tim Tari Tradisional SMA Labschool Kebayoran. Tarian ini merupakan tarian yang berasal dari daerah Betawi. Sebelum memulai talkshow, para penonton juga diajak bermain games tebak kata dengan mencari versi Bahasa Indonesia dari kata-kata dalam Bahasa Inggris seperti “Caption” atau “Healing” untuk memperluas kosakata. 

Acara dilanjutkan dengan talkshow dari Rania Yamin, seorang influencer yang bergerak di bidang literasi dan sastra, yang ditemani oleh Kalista sebagai moderator. Rania Yamin sendiri merupakan lulusan dari Fakultas Sastra Indonesia Universitas Indonesia, yang dulunya juga bersekolah di Binus School Simprung.

Talkshow diawali dengan Rania Yamin yang menceritakan tentang pengalamannya membaca. Beliau mengaku bahwa beliau mulai membaca dari puisi, lalu beranjak ke novel, baru mulai membaca sastra klasik. Beliau juga menambahkan, bahwa untuk mencintai sastra Indonesia, kita sebagai pembaca juga harus memahami bahasa sastra.

Rania Yamin mulai menjelaskan pengalamannya selama bersekolah. Beliau mengaku, bahwa semasa SMA, ia sedikit kesulitan berbicara bahasa Indonesia dikarenakan lingkungan sekolahnya yang merupakan sekolah internasional. Namun, dikarenakan beliau berkuliah di jurusan Sastra Indonesia, beliau jadi harus terpaksa untuk memahami sastra dan menjadi lebih terbiasa dalam menggunakan Bahasa Indonesia. Beliau juga menambahkan, bahwa semasa kuliah, ada banyak hal yang ia pelajari. Salah satunya adalah psikolinguistik, yakni memahami kepribadian seseorang dari caranya berbicara.

Tidak hanya itu, Rania Yamin juga menjelaskan manfaat-manfaat membaca dan memahami sastra. Beliau menjelaskan, dengan memahami sastra Indonesia, kita juga dapat memahami akar-akar permasalahan yang terjadi di Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa kalau mau bekerja di bidang kepenulisan dan jurnalistik, diperlukan juga untuk memahami sastra. Ia menambahkan, jangan menganggap sastra itu sebagai sesuatu yang sulit difahami. Setelah itu, Rania Yamin juga memberi semangat untuk siapapun yang mau mulai menulis.

Setelah itu, sesi tanya jawab dibuka. Pertanyaan pertama menanyakan tentang tips membuat resensi buku yang bisa membahas banyak. Rania menjelaskan, bahwa untuk membuat resensi buku, kita harus bisa mengaitkan hidup kita dengan buku tersebut. Ia menambahkan, ambil poin yang menurutmu penting saja, jadi tidak perlu membahas semuanya

Pertanyaan kedua menanyakan tentang cara memahami kata-kata yang tidak familiar dalam suatu puisi. Rania menyarankan untuk memulai dari bahasa campuran dengan bahasa Melayu. “Bahasa-bahasa sastra yang puitis dan sulit difahami itu mostly berasal dari bahasa melayu,” tambahnya

Pertanyaan yang ketiga dilontarkan adalah cara untuk membuat sastra Indonesia tidak membosankan. Rania justru malah menjawab bahwa jika kamu menemukan sastra Indonesia membosankan, kamu telah gagal memahami apa yang sastra tersebut coba sampaikan. Namun, dia juga memberikan buku berjumlah 90 halaman sebagai permulaan.

Sebelum menutup acara talkshow, Rania Yamin memberi pesan untuk tidak meremehkan bahasa Indonesia, karena orang-orang yang sudah tinggal diluar negeri juga akan tetap berkomunikasi dengan orang tanah air dengan bahasa Indonesia. Setelah itu, acara talkshow resmi diakhiri dan penyerahan plakat dilakukan.

Setelah talkshow berakhir, ada sedikit sambutan dari badan bahasa Kemendikbud, yang juga merupakan ketua acara Bulan Bahasa. Lalu, acara pun dilanjutkan dengan penampilan musikalisasi puisi dan band dari angkatan Sakravara. Setelah penampilan berakhir, dilakukan pengumuman pemenang terhadap perlombaan-perlombaan yang dilakukan secara daring. Ada total delapan lomba yang diadakan, yakni membaca puisi, membuat esai, dongeng BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia), pidato, LDBI (lomba debat bahasa Indonesia), dongeng, cerpen dan poster dengan masing-masing memiliki tiga pemenang. Setelah pengumuman pemenang, acara ditutup dengan penampilan dari tim modern dance SMA Labschool Kebayoran, Dazzling

Melalui puncak acara Bulan Bahasa 2025, kita diharapkan untuk lebih menghargai bahasa Indonesia sebagai medium untuk berkomunikasi. Dari talkshow bersama Rania Yamin, kita juga bisa mendapat berbagai pengetahuan tentang bagaimana rasanya menjadi mahasiswa Sastra Indonesia, dan manfaat juga kelebihan dari memahami sastra Indonesia.

skypress

Related Posts

Thousands of Labschool Community Members Gather at GBK to Celebrate the 58th Anniversary

Thousands of Labschool Community Members Gather at GBK to Celebrate the 58th Anniversary

SkyBattle 2026: Perpaduan Prestasi, Seni, dan Kreativitas Pelajar

SkyBattle 2026: Perpaduan Prestasi, Seni, dan Kreativitas Pelajar

Satu Langkah Hijau, Seribu Harapan untuk Bumi

Satu Langkah Hijau, Seribu Harapan untuk Bumi

POLRES METRO JAKARTA SELATAN EDUKASI PELAJAR TENTANG BULLYING DALAM RANGKA HUT RI KE-80

POLRES METRO JAKARTA SELATAN EDUKASI PELAJAR TENTANG BULLYING DALAM RANGKA HUT RI KE-80