Donor Darah di Labsky: Aksi Nyata dari Siswa SMA untuk Kemanusiaan

Donor Darah di Labsky: Aksi Nyata dari Siswa SMA untuk Kemanusiaan

Penulis: Oqandrue Aditya Muliono

 Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada hari Jumat tanggal 13 Februari 2026, SMA Labschool Kebayoran menggelar sebuah acara yang keren banget! Bagi kalian yang follow akun Instagram Skypress, mungkin sudah tahu soal kegiatan ini. Yap, Skyblood! Program yang dipelopori oleh bidang Kesehatan Masyarakat dan Kemanusiaan OSIS SMA Labsky kini sudah berjalan selama beberapa tahun dan memang berfokus pada donor darah untuk nantinya disumbangkan pada lembaga kesehatan seperti PMI atau rumah sakit. 

 Tahun ini, Skyblood diadakan di sekolah dan bekerja sama langsung dengan RS Persahabatan yang berfokus pada perawatan pasien TBC dan kanker. Para pasien pengidap TBC dan kanker ini rentan mengalami penurunan produksi darah atau anemia yang bisa membahayakan, bahkan mengancam nyawa. Maka, hadirnya program Skyblood diharapkan dapat membantu bila risiko tersebut terjadi. Eits, tapi bukan hanya donor darah saja lho yang diadakan di kegiatan Skyblood tahun ini. Panitia Skyblood sendiri punya cara jitu untuk menarik pendonor darah, diantaranya ada booth masak-masak, kuis berhadiah, bahkan doorprize bagi para pendonor! 

 Respon dari civitas akademika SMA Labschool Kebayoran pun sangat baik, yang terlihat dari antusiasme para guru dan siswa serta kolaborasi bersinergi mereka demi menyukseskan kegiatan ini. Hal tersebut menjadi bukti akan nilai kepedulian terhadap sesama yang telah tertanam dalam budaya sekolah. Berbagai bentuk dukungan dari pihak sekolah, tenaga kesehatan, sponsor, dan RS Persahabatan yang menyokong kegiatan Skyblood turut menambah makna dalam aksi mulia ini. 

  Antusiasme warga sekolah bisa dilihat dari 87 pendaftar yang rela meluangkan waktu untuk melewati proses registrasi, pemeriksaan kesehatan, sampai pada proses pengambilan darah. Untuk menjadi pendonor pun tidak sembarangan. Mereka harus memenuhi beberapa kriteria wajib, yaitu berusia minimal 17 tahun, memiliki tekanan darah normal, dan berat badan minimal 45kg. Karena hal itu juga, hanya tersisa 60 pendaftar yang lolos pemeriksaan kesehatan untuk mendonor. Meski begitu, angka ini masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan jumlah pendonor acara Skyblood di tahun-tahun sebelumnya. 

 Tentunya, ini menjadi sesuatu yang patut dibanggakan, karena program ini menunjukkan bagimana Labschool tidak hanya mendidik kemampuan berpikir siswa, tetapi juga empati dan rasa peduli warganya untuk melakukan aksi nyata. Melalui kegiatan Skyblood juga, para siswa yang terlibat, baik dari panitia maupun peserta, dapat secara langsung mendapat pengalaman berharga dalam kegiatan kemanusiaan ini sejak usia belia. 

 Nah, bagaimana menurut kalian? Program Labsky satu ini luar biasa sekali, bukan? Semoga di tahun-tahun berikutnya, kegiatan kemanusiaan semacam ini akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan lagi sehingga bisa terus menebar manfaatnya bagi sekitar. Diharapkan juga, agar semangat berbagi dan peduli sesama yang ditanamkan oleh kegiatan ini dan banyak program Labsky lainnya dapat terus hidup dan menginspirasi generasi selanjutnya untuk berani melakukan aksi nyata demi kebaikan bersama. Kira-kira, kalau tahun depan Skyblood diadakan lagi, apakah kalian tertarik untuk ikut serta menyumbangkan darah? 

skypress

Related Posts

Studi Lapangan Vistrasaka: Kunjungan ke UGM hingga Malam Tak Terlupakan di Malioboro!

Studi Lapangan Vistrasaka: Kunjungan ke UGM hingga Malam Tak Terlupakan di Malioboro!

Seru dan Menantang! Siswa Vistrasaka Rasakan Sensasi Offroad di Gua Pindul

Seru dan Menantang! Siswa Vistrasaka Rasakan Sensasi Offroad di Gua Pindul

Sehelai Kain, Sejuta Cerita dari Giriloyo

Sehelai Kain, Sejuta Cerita dari Giriloyo

Petualangan Penuh Adrenalin: Momen Seru Vistrasaka di Gua Pindul

Petualangan Penuh Adrenalin: Momen Seru Vistrasaka di Gua Pindul