Anak SMA Bikin Orkestra? SkySpirit Vol. 4 Jawabannya!

Anak SMA Bikin Orkestra? SkySpirit Vol. 4 Jawabannya!

Penulis: Rafif Davin Ramadhan dan Yasmin Zahira Musadi

Jakarta — SMA Labschool Kebayoran kembali menggelar pertunjukan musik akustik bertajuk Skyspirit Vol. 4 2026 di Balai Kartini. Mengusung tema “Unwritten Overture”, acara ini dikemas dalam format mini orchestra yang memadukan vokal, piano, gitar akustik, band, choir, strings, woodwinds, brass, hingga musikalisasi puisi.

Skyspirit Vol. 4 dibuka dengan open ticketing pukul 17.00 WIB, dilanjutkan open gate pukul 18.00 WIB. Penonton kemudian disambut oleh MC Mabel dan Jeki sebelum memasuki rangkaian utama acara. Pada pukul 19.20 WIB, seluruh audiens berdiri untuk menyanyikan Indonesia Raya yang diiringi piano solo dan konduktor.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Skyspirit, Kyra Torrita, kemudian sambutan dari Kepala SMA Labschool Kebayoran, Dr. Suparno, S.Pd., M.M. Rangkaian sambutan juga tercatat melibatkan perwakilan BPS/Rektor, Pak Arief Rachman, serta Wali Kota Jakarta Selatan sesuai susunan acara.

Memasuki sesi pertunjukan, suasana Balai Kartini mulai hidup ketika kalimat “Let the show begin” menjadi penanda dimulainya penampilan musik. Lagu pembuka berjudul “Berjalan Sendiri” dibawakan dengan format solo piano, solo vocal, dan choir. Lagu ini menjadi pembuka yang kuat karena menghadirkan nuansa emosional sekaligus memperkenalkan konsep mini orchestra Skyspirit Vol. 4.

Pertunjukan kemudian berlanjut dengan narasi pembuka “Pembukaan Seribu Matahari”, sebelum penonton diajak menikmati lagu “Dancing Queen” yang dibawakan oleh full orchestra. Setelah itu, panggung menghadirkan lagu “Test Drive” dalam format piano, dilanjutkan “Can You Feel the Love Tonight” yang dibawakan bersama band, strings, woodwinds, brass, choir, serta duet vokal.

Tidak hanya menampilkan orkestra, Skyspirit juga menghadirkan permainan gitar akustik melalui lagu “Mangu”. Penampilan ensemble gitar ini menjadi salah satu bagian yang menarik karena memberi warna berbeda di tengah dominasi aransemen orkestra.

Rangkaian berikutnya menampilkan lagu “Autumn Glow”, “Fix You”, dan “Cobalah Mengerti”. Lagu-lagu tersebut dibawakan dengan perpaduan vokal, band, choir, strings, woodwinds, brass, hingga harp, sehingga menghasilkan aransemen yang lebih megah dan emosional.

Skyspirit Vol. 4 juga memberi ruang bagi karya sastra melalui sesi musikalisasi puisi angkatan Vistrasaka. Dalam sesi ini, ditampilkan beberapa karya, yaitu “Jakarta Bagai Kilau Permata”, “Danau Hijau Menghampar di Rimbun Pepohonan”, “Aku Ingin Diam di Hatimu”, dan “Serenada Hijau”. Kehadiran musikalisasi puisi ini memperkaya pertunjukan karena menggabungkan unsur musik, sastra, dan ekspresi panggung.

Setelah sesi musikalisasi puisi, acara berlanjut dengan narasi “Recomposing” dan sejumlah penampilan piano solo, yaitu “Sonata in C”, “I See the Light”, dan “Liebestraum”. Ketiga lagu ini memberi suasana yang lebih tenang dan elegan sebelum pertunjukan kembali bergerak menuju bagian akhir.

Pada sesi berikutnya, lagu “Everybody’s Changing” dibawakan dengan format yang lengkap, melibatkan duet vokal, band, strings, choir, woodwinds, harp, brass, piano, dan konduktor. Penampilan ini menjadi jembatan menuju puncak acara yang menghadirkan bintang tamu Alisha Dira.

Alisha Dira tampil membawakan “Kini Sempurna”, kemudian melanjutkan penampilan dengan lagu yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu “Terbuang dalam Waktu”. Setelah itu, suasana semakin meriah lewat lagu penutup “Ingatlah Hari Ini” yang dibawakan bersama para pengisi acara.

Skyspirit Vol. 4 kemudian ditutup dengan curtain call, yakni pemanggilan seluruh performers dan panitia ke atas panggung. Mulai dari pemain strings, brass, winds, band, vocal group, musikalisasi puisi, choir, conductor, hingga jajaran panitia penting turut naik ke stage sebagai bentuk apresiasi atas terselenggaranya acara. Rangkaian acara ditutup dengan closing credits pada pukul 22.10 WIB.

Melalui konsep mini orchestra dan tema “Unwritten Overture”, Skyspirit Vol. 4 2026 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan musik, tetapi juga ruang kreativitas bagi siswa SMA Labschool Kebayoran untuk menampilkan karya, kolaborasi, dan ekspresi seni dalam satu panggung besar.

skypress

Related Posts

Panggung Baris dan Cerita: SkyNation Hadirkan The Legend of the Archipelago

Panggung Baris dan Cerita: SkyNation Hadirkan The Legend of the Archipelago

Kupas Tuntas Dapur Kumparan, Rahasia Media Ini yang Dipelajari SkyPress! 

Kupas Tuntas Dapur Kumparan, Rahasia Media Ini yang Dipelajari SkyPress! 

SKYRUN: RHYTHM OF JAKARTA

SKYRUN: RHYTHM OF JAKARTA

SkyMUN 2026, As It Happened

SkyMUN 2026, As It Happened