Konser Amal Dukung Palestina, Islamic Mores Festival 2026 Menutup Acara dengan Meriah

Konser Amal Dukung Palestina, Islamic Mores Festival 2026 Menutup Acara dengan Meriah

Penulis: Antari Femida Nariswari dan Dhiyaa Khaira

Pagi pada hari Rabu, 8 April 2026, menyapa para siswa SMA Labsky yang sudah berkumpul di Hall Basket, bersiap untuk mengikuti kegiatan pagi. Tetapi ada yang berbeda pagi itu. Panggung yang dihiasi dengan karpet merah, kursi-kursi berjejer, dan kamera yang siap menangkap momen memenuhi Hall Basket. Pagi ini, mereka menyaksikan puncak penutupan Islamic Mores Festival 2026.

Islamic Mores Festival adalah program Sie. Rohani OSIS SMA Labschool Kebayoran berupa ajang perlombaan Islami untuk pelajar SMP maupun SMA yang dilaksanakan setiap tahunnya. Tahun ini, IMF membuka 7 cabang perlombaan: Cerdas Cermat Islam, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Desain Poster Digital, Da’i, Adzan, dan Cerpen Islami yang dilaksanakan secara online, hybrid, serta offline. Perlombaan berlangsung pada tanggal 19 Februari hingga 28 Maret bagi perlombaan online dan pada 7 April bagi perlombaan offline.

Menutup kegiatan dan puncak acara, IMF tahun ini melakukan yang tak biasa. Tahun ini, IMF mengadakan charity concert atau konser amal dalam rangka mendukung perjuangan Palestina melawan genosida. Charity concert menjadi wadah bagi kita untuk berbagi kepada sesama saudara yang tengah berjuang, serta meningkatkan kesadaran akan kondisi Palestina.

Puncak acara dimulai dengan pembukaan oleh MC Zaki dan Maureen, menyapa para penonton dengan antusias. “Palestina Palestina! Merdeka merdeka! Al-Aqsa Al-Aqsa! Bebaskan bebaskan! Israel Israel! Hancurkan, hancurkan!” seruan yel-yel oleh MC Zaki dan Maureen bersama para penonton. Lalu, MC mempersilakan sambutan oleh pak Arief Rachman, penasihat BPS Labschool UNJ untuk ke atas panggung. “Iman, Ilmu, Amal,” begitu yang disampaikan beliau. Pak Arief menasihati bahwa tiga hal tersebut mengimbangi satu sama lain dan penting bagi kita untuk menguasai tiga sifat tersebut. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh kak Rayhansyah selaku ketua panitia IMF 2026, pak Drs. Asdi Wiharto selaku perwakilan BPS Labschool, serta pak Suparno, S.Pd. MM selaku kepala sekolah SMA Labschool Kebayoran.

Beralih ke agenda berikutnya, yaitu penyampaian tausiyah oleh Ustadz Dr. H. Hilmi Firdausi, S.E., Ak, M.Sc yang mengangkat tema Kebangkitan Generasi Emas. Beliau membuka tausiyah dengan bercerita mengenai sang penakluk Konstantinopel dan Sultan Turki Utsmaniyah muda, Muhammad Al-Fatih, sebagai contoh bahwa meski umur masih belasan, Al-Fatih mampu melatih diri dan mematangkan diri. Ustadz kemudian melanjutkan materi tentang Iman, Ilmu dan Amal. Beliau menekankan, usia bukanlah pantangan dalam menjunjung iman, mencari ilmu, dan mengamalkannya. Iman tanpa ilmu lemah, ilmu tanpa iman sesat, dan iman ilmu tanpa amal adalah sia-sia, begitulah pesan dari Ustadz Hilmi. Sebelum mengakhiri tausiyah, Ustadz Hilmi mengingatkan pendengar agar terus update kondisi saudara kita di Palestina dan terus mengirimkan doa dan bantuan semampunya.

Sebelum menghadirkan bintang tamu utama, penonton disuguhkan dengan pembacaan tilawah dan terjemahan Surah Al-Isra ayat 9-10 oleh dua murid kelas 10, yaitu Ravendra dan Dhiyaa. Petikan gitar mengiringi musikalisasi puisi oleh Lavina, siswa kelas 11. Alunan merdu tilawah serta musikalisasi puisi memukau semua yang menyaksikan, mengembalikan semangat dan menyegarkan pikiran.

Acara konser pada IMF kali ini dibintangi oleh Adzando Davema, aktor dan penyanyi religi muda. Adzando datang dengan memukau, melantunkan lirik yang indah. Namun, sebelum itu, videotron menayangkan situasi memilukan dan realita berat yang terjadi di Palestina, mendorong simpati para penonton dan empati untuk berdonasi. Sesi donasi bermodel lelang yang dipimpin oleh Yusuf Erlangga, seorang orator, berjalan dengan sangat baik. Nominasi yang disumbangkan pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Setelah sesi lelang selesai, Adzando Davema kembali naik ke panggung dan membawakan beberapa lagu yang disimak antusias oleh para siswa yang hadir di sana. Berdasarkan hasil perhitungan dari donasi sunduq serta donasi pada sesi lelang, uang berjumlah Rp 114.693.137,00 diperoleh dan akan disalurkan kepada saudara-saudara di Palestina.

Acara pun berlanjut ke yang ditunggu-tunggu, yakni pengumuman pemenang lomba-lomba IMF. Pemenang meliputi siswa dari berbagai sekolah, baik itu sekolah negeri, madrasah, maupun swasta. Para pemenang berfoto bersama dan menerima sertifikat juara. Acara kemudian diakhiri dengan doa bersama dan ditutup oleh MC. Dari puncak acara IMF, kita bisa menarik kesimpulan bahwa kita diberkahi begitu banyak rezeki dan kebaikan, sudah sepatutnya kita bersyukur dan menggunakan keberkahan dengan sebaik-baiknya. Baik itu dengan berprestasi dalam lomba ataupun menyalurkan kebaikan itu untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kalau bukan kita, siapa lagi?

skypress

Related Posts

Tarhib Ramadhan: Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Tarhib Ramadhan: Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Momen Refleksi Bersama: Fakta Menarik di Balik Isra Mi’raj SMA Labschool Kebayoran 

Momen Refleksi Bersama: Fakta Menarik di Balik Isra Mi’raj SMA Labschool Kebayoran 

Lari Tematik Labschool:Panggung Penghargaan untuk Para Pahlawan Pendidikan

Lari Tematik Labschool:Panggung Penghargaan untuk Para Pahlawan Pendidikan

SpeakUp! 2025 :“Bloom Beneath the Spotlight”

SpeakUp! 2025 :“Bloom Beneath the Spotlight”

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *