Momen Refleksi Bersama: Fakta Menarik di Balik Isra Mi’raj SMA Labschool Kebayoran
Penulis: Rafif Davin, Zyta Zhafif, dan Rania Muthiah
“Sehat semuanya?”
“Sehat…”
“Nah, sesehat-sehatnya kita, pasti akan mati juga.”
***
3 Februari 2026, telah dilaksanakannya acara SkyDOM atau Sky Dakwah of Month Vol. 2 yang diselenggarakan oleh komunitas Rohani Islam Shafa Ar-Rahmah dari SMA Labschool Kebayoran. Acara ini bertemakan “The Rise of a New Strength” yang berkaitan dengan salah satu peristiwa penting dalam Islam, yaitu Isra Mi’raj, simbol kebangkitan kembali makna perjuangan Islam. Acara ini juga mengundang seseorang yang cukup terkenal di kalangan masyarakat karena kemunculannya di acara Trans7, yaitu Ustadz Syamsuddin Nur Makka.
SMA Labschool Kebayoran menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan penuh kekhidmatan dan makna. Acara yang berlangsung di lingkungan sekolah ini dipandu oleh dua Master of Ceremony, Diva Sabila Anwar (XI-B) dan Arkha Enzi Anagi (XI-E), serta diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI, guru, dan civitas akademika SMA Labschool Kebayoran.

Kegiatan diawali dengan tilawah 10 surat terakhir Al-Qur’an oleh Adlan (XI-B), ketua angkatan Sakravara, dan Surat Yasin yang dipimpin oleh Ravendra (X-F). Kemudian, dijelaskan kembali kandungan dari surat tersebut oleh Ketua Umum Rohis Shafa Ar-Rahmah, Kevina (XI-C), yakni bahwa Surat Yasin diyakini dapat melipatgandakan pahala, mempermudah segala urusan, serta menjadi wasilah terkabulnya doa dan harapan, dengan catatan semua diniatkan karena Allah SWT.
Acara SkyDOM ini juga diwarnai dengan suara merdu clarity dan Bu Nita (Guru Seni Musik) yang menyanyikan lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”. Lagu Chrisye ini telah memberi peringatan bahwa kelak di akhirat, anggota tubuh manusia pasti akan bersaksi atas apa yang dilakukannya. Tidak ada kebohongan, tidak ada yang ditutup-tutupi.
Setelah penampilan dari clarity, menjelang pada rangkaian inti acara, Kepala Sekolah SMA Labschool Kebayoran, Bapak dr. Suparno, S.Pd., M.M., memberikan sambutan dan beberapa nasihat kepada murid-murid agar senantiasa menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak.

Selanjutnya, peserta acara diberikan waktu istirahat sambil menyaksikan film berjudul Muhammad The Messenger yang mengisahkan perjalanan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Memasuki acara inti, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Syamsuddin Nur Makka. Dalam ceramahnya, beliau membahas kehidupan keluarga Nabi Muhammad SAW, termasuk anak-anak dan istri-istri beliau, serta peristiwa Isra Mi’raj.
Ustadz Syamsuddin menjelaskan bahwa sebelum peristiwa Isra Mi’raj, Nabi Muhammad SAW mengalami penolakan dan perlakuan menyakitkan di Kota Thaif. Namun, Allah SWT kemudian menghibur Rasulullah melalui peristiwa agung Isra dan Mi’raj. Beliau juga menyampaikan rahasia kesuksesan, yaitu menjaga sholat Subuh sejak waktu Subuh hingga terbit matahari dengan diisi dzikir dan doa.
Dijelaskan pula bahwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, ditemani Malaikat Jibril a.s., menggunakan kendaraan bernama Buraq, dan dilakukan pada malam hari. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Syamsuddin menegaskan bahwa manusia yang paling beriman adalah Nabi Muhammad SAW dan malaikat terbaik adalah Malaikat Jibril a.s.

Selain itu, beliau menyampaikan beberapa hikmah penting, di antaranya bahwa ibadah merupakan tuntunan langsung dari Allah SWT dan imam dalam sholat adalah tuan rumah yang harus dihormati. Ustadz juga menyebutkan ciri-ciri Nabi Muhammad SAW, seperti berpenampilan menarik, memiliki suara yang merdu, serta fisik yang atletis.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Syamsuddin juga memberikan tips ikhtiar dalam mencari jodoh, yaitu dengan melaksanakan sholat istikharah dan istisyarah. Adapun kunci istiqomah menurut beliau adalah tidak menunda-nunda amal kebaikan dan memahami dengan baik apa yang dikerjakan. Beliau turut menjelaskan makna bacaan “Sami’allahu liman hamidah” yang berarti “Allah mendengar orang yang memuji-Nya”.
Dalam penyampaian tausiyah, Ustadz Syamsuddin Nur Makka juga sempat menegur sebagian peserta yang kurang fokus selama acara berlangsung. Teguran tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian beliau agar para siswa dapat lebih menghargai majelis ilmu dan menghormati orang yang sedang berbicara di depan. Ustadz menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu, khususnya sikap mendengarkan dengan sungguh-sungguh saat nasihat disampaikan.
Sebagai penutup materi, Ustadz Syamsuddin menyimpulkan bahwa “Mi’raj” bagi umat Islam adalah sholat. Dengan menjaga sholat, maka Allah SWT akan menjaga kehidupan hamba-Nya. Ia juga berpesan agar para siswa memilih lingkungan pertemanan yang rajin dalam menjalankan sholat.
Menjelang akhir acara, dilakukan evaluasi kegiatan oleh Kepala Sekolah SMA Labschool Kebayoran, Bapak dr. Suparno, S.Pd., M.M., serta para ketua angkatan Sakravara dan Vistrasaka. Mereka memberikan nasihat kepada seluruh audiens dan komunitas rohis agar senantiasa menghormati siapa pun yang sedang berbicara di depan. Mereka menegaskan bahwa etika, kedisiplinan, dan rasa saling menghargai merupakan bagian dari pembentukan karakter pelajar.
Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Rayhansyah Nur Kamal (XI-E), dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan peringatan Isra Mi’raj ini dapat memberikan manfaat, meningkatkan keimanan, serta menjadi pengingat bagi siswa SMA Labschool Kebayoran untuk senantiasa menjaga sholat dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
