Langkah Awal OSIS-MPK 2025: Pragas sebagai Wadah Penyusunan dan Pengesahan Proker

Langkah Awal OSIS-MPK 2025: Pragas sebagai Wadah Penyusunan dan Pengesahan Proker

Penulis: Alisha dan Alika

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) memiliki peran penting dalam menjalankan berbagai kegiatan kesiswaan. Agar program kerja dapat terlaksana dengan baik, diperlukan forum khusus untuk menyusun, membahas, sekaligus mengesahkan rencana kerja. Hal tersebut diwujudkan melalui Pragas (Pra Tugas) 2025, yang dilaksanakan pada tanggal 22–24 Agustus 2025. Dalam kegiatan ini, OSIS berperan menyusun dan memaparkan program kerja, sementara MPK bertindak sebagai pemimpin sidang sekaligus evaluator. Guru pembina juga turut hadir untuk memberikan masukan dan saran.

Kegiatan dimulai pada Jumat, 22 Agustus 2025 dengan registrasi peserta, salat Asar berjamaah, serta pembukaan resmi di Aula Bromo. Panitia memberikan pengarahan umum dan menyerahkan berkas acara kepada seluruh peserta. Setelah pembacaan peraturan sidang, sesi pertama berfokus pada diskusi internal bidang OSIS-MPK.

Pada tahap ini, OSIS belum mempresentasikan program kerja, melainkan menyusun proposal serta rancangan presentasi (PPT) yang akan dibawa ke sidang esok hari. MPK berperan mengawal proses penyusunan agar sesuai dengan ketentuan AD/ART. Setelah pengumuman kamar, peserta melaksanakan salat Magrib berjamaah, makan malam, dan shalat Isya bersama.

Malam harinya, kegiatan berlanjut dengan diskusi proker awal berupa analisis kebutuhan, kerangka waktu, serta kajian SWOT. Selanjutnya, sidang berlanjut pada agenda penting, yaitu pembahasan dan pengesahan AD/ART. Hari pertama ditutup dengan evaluasi singkat dan informasi teknis untuk hari berikutnya.

Keesokan harinya, Sabtu, 23 Agustus 2025, kegiatan diawali dengan salat Subuh berjamaah, olahraga pagi, dan team building. Setelah sarapan, peserta mengikuti dua materi penting, yaitu Manajemen Organisasi serta Manajemen Event Organizer. Materi ini menjadi bekal bagi peserta dalam menjalankan peran organisasi dengan lebih terarah dan profesional.

Setelah ishoma, rangkaian kegiatan berlanjut pada inti acara: presentasi program kerja OSIS. Pada sesi ini, OSIS memaparkan hasil penyusunan proposal yang telah dirancang sehari sebelumnya. Presentasi dilakukan dalam bentuk diskusi panel, di mana MPK bertindak sebagai moderator sekaligus evaluator. Guru pembina pun turut memberikan pertanyaan, masukan, serta arahan.

Diskusi panel dibagi dalam tiga sesi, mencakup presentasi program, tanya jawab, serta peninjauan kelayakan rencana kerja. Setelah seluruh program dibahas, sidang dilanjutkan dengan pengesahan resmi program kerja OSIS 2025. Hari kedua ditutup dengan evaluasi dan refleksi singkat.

Pada Minggu, 24 Agustus 2025, kegiatan dimulai dengan shalat Subuh berjamaah, olahraga pagi, serta fun games yang mempererat kebersamaan. Setelah sarapan, peserta melaksanakan sesi penutupan resmi di Aula Bromo, diikuti dengan summary kegiatan dan foto bersama. Seluruh peserta OSIS dan MPK kemudian kembali ke rumah masing-masing.

Pragas 2025 bukan sekadar forum pengesahan, tetapi juga ruang belajar. OSIS mendapat kesempatan melatih keterampilan menyusun proposal dan mempresentasikan ide, sedangkan MPK mengasah kemampuan analisis, memimpin sidang, serta memberikan evaluasi. Guru pembina berperan meneguhkan jalannya sidang melalui masukan yang konstruktif. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan program kerja OSIS 2025 dapat terlaksana secara matang, efektif, dan membawa manfaat besar bagi seluruh siswa.

skypress

Related Posts

Momen Refleksi Bersama: Fakta Menarik di Balik Isra Mi’raj SMA Labschool Kebayoran 

Momen Refleksi Bersama: Fakta Menarik di Balik Isra Mi’raj SMA Labschool Kebayoran 

Lari Tematik Labschool:Panggung Penghargaan untuk Para Pahlawan Pendidikan

Lari Tematik Labschool:Panggung Penghargaan untuk Para Pahlawan Pendidikan

SpeakUp! 2025 :“Bloom Beneath the Spotlight”

SpeakUp! 2025 :“Bloom Beneath the Spotlight”

Pengetahuan Dasar dan Penelitian (PDP): Tidak Mendorong Umpan Balik Pemahaman Kontekstual dan Potensi Lokal

Pengetahuan Dasar dan Penelitian (PDP): Tidak Mendorong Umpan Balik Pemahaman Kontekstual dan Potensi Lokal