Penulis: Aisyah Maharani (XI MIPA 4)

Yogyakarta – Hari keempat di Yogyakarta merupakan hari yang berkesan sekaligus membuka kesempatan bagi angkatan Vastagana untuk membangun hubungan satu sama lain. Kegiatan pada hari itu dibuka dengan perjalanan ke MADUKISMO bagi siswa IPA dan PT. Sritex bagi siswa IPS. MADUKISMO merupakan tempat pembuatan gula dan spiritus di Yogyakarta.

Disana para siswa IPA Vastagana berkumpul di aula untuk diberi pengarahan dan penjelasan singkat mengenai proses produksi yang dilakukan disana. Mulai dari pengenalan gula dan spiritus hingga proses distribusinya ke tangan masyarakat. Setelahnya para siswa diarahkan naik ke kereta yang disebut dengan Kereta Tebu untuk melakukan perjalanan menuju pabrik utama, disuguhkan dengan pemandangan hutan yang luas serta pekerja pabrik yang sedang melakukan pekerjaannya.

Kereta berhenti di depan pabrik utama kemudian para siswa turun dan berjalan masuk untuk melihat isi dari pabrik MADUKISMO tersebut, suasana di dalam pabrik cukup lembab dengan minimnya cahaya yang masuk membuat udara di dalamnya sedikit kurang dan gelap. Disana para siswa diberi penjelasan pula mengenai proses pembuatan gula dan spiritus sembari melakukan tur di dalam pabrik.

Perjalanan di pabrik MADUKISMO usai setelah siswa kembali ke bus untuk melakukan perjalanan menuju Goa Pindul dengan durasi yang cukup lama, yaitu satu setengah jam dari pusat kota. Wisata Goa Pindul ini diawali dengan kegiatan makan siang di pendopo yang telah disiapkan bagi para siswa kemudian dilanjutkan dengan berganti pakaian dan berangkat menggunakan kendaraan bak untuk menuju ke lokasi. Sesampainya di lokasi, siswa diminta untuk mengambil ban dan berjalan kaki sedikit hingga sampai di sungai.

Penjelajahan Goa Pindul dilalui menggunakan ban dengan membuat 1 barisan. Suasana di dalam goa cukup lembab dan gelap, di dalamnya juga terdapat hewan seperti kelelawar yang memiliki habitat di dalam goa. Wisata dilanjutkan menuju titik selanjutnya dimana siswa berenang di sungai menggunakan ban, arus sungai yang cukup deras membuat ban dengan mudah bergerak di atas air. Di tengah perjalanan, terdapat air terjun yang tinggi sehingga memicu keinginan para siswa untuk lompat dari atas tebing dan bermain disana. Sementara beberapa siswa yang lain hanya memilih untuk menyaksikan kegiatan tersebut dan melanjutkan penjelajahan sungai dengan berenang tanpa ban. Panjang sungai yang mencapai 1 km membuat siswa dapat menikmati keindahan alam sembari berenang.

Setelah sampai di ujung sungai, siswa kembali ke lokasi pendopo untuk bersih diri dan istirahat sejenak. Kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke pusat kota, tepatnya Rumah Makan De Mangol untuk melakukan makrab angkatan. Namun cuaca berkata lain, hujan turun dengan derasnya membasahi kota membuat rencana tidak berjalan sesuai kehendak, makrab angkatan dilaksanakan dalam waktu yang singkat karena minimnya waktu. Terdiri dari 2 games dan 1 hiburan berupa nyanyian yang disumbangkan oleh salah satu siswa Vastagana, yaitu Alisha.

Meski begitu, kegiatan makrab menjadi salah satu peluang untuk membuka kebersamaan bagi angkatan Vastagana