Sejak pandemi COVID-19, murid-murid di Indonesia berpindah dari pembelajaran tatap muka di sekolah ke program pembelajaran baru di rumah yang disebut PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh. Para murid belajar di rumah masing-masing dan dapat terhubung dengan pengajar melalui perangkat elektronik. Meskipun sistem PJJ ini memiliki banyak sisi baik, pasti ada juga sisi negatifnya. Misalnya seperti kesulitan fokus di jam pelajaran, atau gangguan koneksi internet yang menyebabkan murid terlewat beberapa materi yang disampaikan guru.

Oleh karena itu, untuk membantu murid-murid yang kesulitan di PJJ ini, OSIS SMA Labschool Kebayoran bidang edukasi melaksanakan program kerja Skynotes.

Skynotes adalah program kerja di mana para murid SMA Labschool Kebayoran dapat mengumpulkan catatan-catatan, untuk diposting di website yang telah disediakan oleh OSIS bidang edukasi. Skynotes mengumpulkan catatan dari seluruh mata pelajaran di sekolah, dari mata pelajaran wajib (melingkupi PPKN, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, sejarah Indonesia, dan PAI) sampai mata pelajaran peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Pada hari Sabtu tanggal 26 September 2020, website Skynotes diluncurkan dan disebarkan kepada para murid SMA Labschool Kebayoran. Dikarenakan tanggal peluncuran berdekatan dengan hari Penilaian Tengah Semester (PTS), program Skynotes mendapat banyak sekali tanggapan dari para murid, baik tanggapan yang baik maupun tanggapan yang kurang baik. Banyak dari murid yang mengatakan kalau program Skynotes ini sangatlah membantu karena tidak hanya catatan, Skynotes juga menyediakan beberapa pembahasan dari kisi-kisi Penilaian Tengah Semester (PTS). Murid yang mungkin biasanya kesulitan belajar karena tidak memiliki sumber pasti, menjadi termotivasi untuk belajar karena telah disediakan bahan untuk belajar.

Meskipun begitu, Skynotes juga tetap mendapatkan beberapa tanggapan yang kurang baik. Ada beberapa murid yang mengatakan kalau ada materi di catatan Skynotes yang memiliki informasi salah, kurang lengkap, atau tidak mudah untuk dimengerti. Ada juga yang mengatakan kalau dikarenakan website baru diluncurkan 2 hari sebelum PTS, murid-murid yang ingin belajar jauh sebelum PTS tidak bisa menggunakan Skynotes. Selain itu, terkadang terjadi beberapa miskomunikasi antara penanggung jawab dan teman sekelasnya.

Skynotes memang mendapat beberapa feedback yang kurang baik. Namun program ini dianggap sukses karena telah berhasil membantu banyak murid di masa Penilaian Tengah Semester kemarin, meskipun program kerjanya baru pertama kali dilaksanakan.

Oleh: Ifanda Wimala (XI MIPA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *